Agen pengolahan air umumnya terbagi dalam tiga kategori:
1. Bahan kimia-umum: Awalnya mengacu pada produk kimia anorganik yang digunakan untuk pengolahan air, seperti Al2(SO4)3.
2. Bahan kimia khusus: Termasuk karbon aktif, resin penukar ion, polimer organik, flokulan, dll.
3. Bahan kimia formulasi: Termasuk penghambat korosi, penghambat kerak, bakterisida, alat bantu pembakaran, dll.
Selain itu, dengan transformasi industri yang ramah lingkungan, bahan kimia pengolahan air "hijau", yang diwakili oleh bahan kimia-berbasis bio dan teknologi kimia berkelanjutan, menjadi kategori baru, yang menunjukkan potensi pertumbuhan di berbagai bidang seperti air pendingin, air limbah, dan pengolahan lumpur.
Bahan kimia pengolahan air sangat mudah beradaptasi. Berdasarkan tujuan penerapannya, bahan kimia pengolahan air dapat dibagi menjadi dua kategori utama:
1. Pemurnian air: pengatur pH, zat redoks, adsorben, karbon aktif dan resin penukar ion, koagulan, dan flokulan, dll.
2. Aplikasi industri khusus: Penghambat korosi, penghambat kerak dan dispersan, bakterisida dan algaesida, pelembut, dll.
Agen pengolahan air majemuk adalah bentuk aplikasi utama, menawarkan keunggulan seperti multifungsi dan kemudahan penerapan.
